JAKARTA INDONESIA (ISL News) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) or Pelindo is expanding the benefits of its Social and Environmental Responsibility (TJSL) program through a number of initiatives that address different needs in the community, ranging from support for people with disabilities, education and health in the 3T region, to strengthening MSME businesses around the port.
Behind these programs are stories from the beneficiaries and volunteers. There are athletes with disabilities who received support to return to training, Pelindo workers who will travel to various regions to share their knowledge and experience, and even traders who now have more viable business opportunities.
One of them is Chandra, a disabled person who is also a soccer athlete and an online motorcycle taxi driver. His activities require high mobility, both for work and training. Through Pelindo's Community Service (TJSL) program, Chandra received a prosthetic leg that he hopes will support his daily activities.
"I don't want to stop playing football just because of my condition. With this leg, I've regained the motivation to continue training and being active," said Chandra.
Chandra is one of 25 recipients of Pelindo's Disability Assistance Program. The assistance provided includes wheelchairs, hearing aids, prosthetic legs, and other assistive devices tailored to each recipient's individual needs.
Program tersebut dirancang agar bantuan tidak diberikan secara seragam, melainkan berdasarkan kebutuhan spesifik penerima manfaat. Pelindo juga melakukan verifikasi untuk memastikan bantuan diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan dan belum memperoleh bantuan serupa sebelumnya.
Relawan Pelindo
Pada bidang pendidikan dan kesehatan, sebanyak 20 pekerja Pelindo terpilih menjadi relawan Port Captain Inspirasi 2026. Mereka akan menjalankan kegiatan di Desa Gle Putoh - Aceh, Desa Sukahurip - Garut, Desa Riwo - Dompu dan Desa Rumah Tiga - Ambon.
Program tersebut mencakup kegiatan mengajar, pemeriksaan kesehatan dan gigi, penyaluran bantuan pendidikan, serta community engagement dan dukungan bagi sekolah. Melalui program ini, para pekerja Pelindo tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga terlibat langsung dan berinteraksi dengan masyarakat di lokasi kegiatan.
Desi, salah satu relawan Port Captain Inspirasi 2026, mengatakan keterlibatannya dalam program tersebut menjadi kesempatan untuk berbagi sekaligus memahami secara langsung kebutuhan masyarakat di daerah tujuan.
“Kami ingin hadir menjawab berbagai kebutuhan yang mereka hadapi, mulai dari pendidikan, kesehatan, sampai kesempatan untuk mengenal dunia yang lebih luas,” ujar Desi.
Gerobak Baru
Di bidang pemberdayaan ekonomi, Pelindo memberikan dukungan renovasi sarana usaha kepada 53 pelaku UMKM di wilayah sekitar pelabuhan. Gerobak yang menjadi tempat mereka menjalankan usaha diperbaiki agar lebih layak, aman, dan mendukung aktivitas berjualan sehari-hari.
Salah satu penerima manfaat adalah Khalimi, penjual Bubur Charly di Rawa Badak Selatan. Selain gerobak, Khalimi mengaku turut mendapat pendampingan dari Pelindo dalam mengelola usahanya.
“Nggak cuma dikasih gerobak terus selesai, saya juga dibimbing gimana caranya jualan lebih rapi dan menarik pembeli. Jadi bukan cuma alatnya yang baru, tapi cara saya jualan juga ikut berkembang,” ujar Khalimi.
Sekretaris Perusahaan Pelindo Benny Ariyadi mengatakan ketiga program tersebut dirancang dengan berangkat dari kebutuhan masyarakat sehingga bentuk dukungan yang diberikan dapat lebih relevan dengan kondisi masing-masing penerima manfaat.
“Setiap masyarakat memiliki kebutuhan yang berbeda. Karena itu, program TJSL Pelindo tidak kami rancang dengan satu pendekatan yang sama untuk semua. Ada yang membutuhkan alat bantu untuk meningkatkan mobilitas, ada yang membutuhkan sarana untuk menjalankan usaha, dan ada pula masyarakat yang membutuhkan akses terhadap pendidikan dan kesehatan,” ujar Benny.
Menurut Benny, pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya Pelindo agar program TJSL tidak berhenti pada penyaluran bantuan, tetapi dapat mendukung masyarakat untuk semakin mandiri.
"For us, what's most important isn't just how much aid is distributed, but how relevant it is to the recipients' needs. We want the support provided to help them carry out their activities, develop their businesses, and open up opportunities for further growth," Benny concluded.
(ISL News Editorial Team/Corcom Pelindo Pusat).






















