Iklan Top Header PT BKI (Persero)


 

terkini

TKBM Tetap diperlukan Untuk Membersihkan Bongkaran Yang Tercecer di Bibir Dermaga

21/02/22, 11:58 WIB Last Updated 2022-02-21T05:04:20Z

 


JAKARTA TANJUNG PRIOK
- Sebenarnya TKBM Tanjung Priok sudah banyak mengalah, misalnya masalah sistem gang buruh, seperti di terminal petikemas, tak lagi menggunakan 12 orang, melainkan 9 orang.



“Di kegiatan curah, bahkan 1 gang (12 orang) dipakai untuk 3 sheef. Jadi per sheef nya hanya 4 orang buruh. Mereka tetap diperlukan untuk membersihkan bongkaran yang tercecer di bibir dermaga,” ungkap Asep.



Di NPCT1 juga, kata Asep, disana ada dua pengelola buruh, dan kegiatannya dilakukan secara bergantian, dan tidak masalah. Karena itu, ucap Asep, sewaktu salah satu deputi Kemenko Marvest datang ke pelabuhan Priok, dan ditunjukkan bagaimana kinerja TKBM, langsung menyatakan jika pelabuhan masih butuh TKBM.


“Mungkin ada di beberapa pelabuhan yang kegiatan barangnya dilakukan tanpa buruh, namun harus tetap membayar uang buruh, misalnya kegiatan CPO melalui pipa, dan barang yang menggunakan conveyor. Kami juga setuju jika tidak ada buruhnya ya tak perlu bayar,” jelas Asep kepada Pers.

Asep juga menyampaikan kalau pengelola tkbm siap melakukan perubahan internal, dan menyesuaikan perkembangan jaman.



Makanya, ungkap Asep, jika tkbm tak diperlukan lagi di pelabuhan, pihaknya siap-siap saja, dan akan melakukan berhenti kerja sehari saja. “Kami ingin tau, apakah TKBM masih dibutuhkan atau nggak,”Ungkap Asep. (***)

 

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • TKBM Tetap diperlukan Untuk Membersihkan Bongkaran Yang Tercecer di Bibir Dermaga

Terkini

Topik Populer

Iklan layanan ISL 4 media grup