Iklan Top Header PT BKI (Persero)


 

terkini

Pelepasan Ekspor Pertanian Akhir Tahun 2021 dari Pelabuhan Tanjung Priok

31/12/21, 14:45 WIB Last Updated 2022-01-06T09:18:12Z

 

 


JAKARTA TANJUNG PRIOK (ISL News) -
Hari ini, Jumat 31 Desember 2021, penghujung akhir tahun,  bertempat di dermaga JICT kembali berlangsung gebyar pelepasan ekspor hasil pertanian akhir tahun 2021 oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imron dan Kepala BBKP,  Hasrul.



Sebelum ke JICT Wakil Gubernur DKI Jakarta dan para tamu undangan meninjau Museum Maritim Pelabuhan Tanjung Priok, didampingi oleh KadisHub DKI, Ka DKPKP DKI, Ka OPU Tanjung Priok, Ka KSU Tanjung Priok, Direktur PT. Pelindo Regional 2, GM PT. Pelindo Regional 2 Cab. Tanjung Priok.


Wakil Gubernur DKI mendapat penjelasan dari Dirut Pelindo Arif Suhartono terkait rencana pengembangan Pelabuhan Tanjung Priok dan penataan akses jalan menuju pelabuhan.


Sekitar Pukul 08.45 wib Wakil Gubernur DKI Jakarta dan jajaran tiba di dermaga JICT disusul Kapolda Metro beserta jajaran disambut  oleh Ka BBKP Tanjung Priok Bpk Hasrul.


Sebelum pelepasan ekspor, Kepala Balai Besar Karantina Pertanian Tanjung Priok, Hasrul membeirkan kata sambutan bahwa dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Allah subhanahu wa ta'ala, Tuhan Yang Maha Kuasa, yang awalnya dijadwalkan kemarin tanggal 30 Desember harus di undur tanggal 31 Desember 2021 yang bertepatan dengan akhir tahun 2021, pelepasan ekspor hasil pertanian ini dapat dilaksanakan.


“Bahwa kegiatan ini adalah salah satu bentuk kaloborasi sinergi antara Kementerian Pertanian dan Kepolisian Republik Indonesia dan juga pemerintah daerah khususnya yang ada di DKI dengan Pemda DKI Jakarta.  Sebelumnya  kita ketahui pelabuhan Tanjung Priok yang saat ini menjadi pusat perdagangan yang luar biasa, saat ini kami mencatat untuk proposal ekspor dari DKI sejumlah 908 miliar untuk 53 negara kemudian ini akan dilepas secara simbolis secara langsung oleh Bapak Menteri. Pertanian,” ungkap Hasrul.  


Selain itu, lanjut Hasrul bahwa tugas perkarantinaan ke depan itu semakin sulit, namuan dengan kehadiran bapak-bapak yang datang pada hari ini sangat akan membantu, dan memberikan masukan-masukan produk-produk di mana covid itu berasal dari hewan juga, oleh karena itu tidak menutup kemungkinan sewaktu-waktu komunitas-komunitas itu masuk yang tidak terjaga oleh karena itu kepolisian, pemerintah daerah, dalam hal ini untuk bersama-sama bagaimana melindungi sumber daya khususnya untuk pangan nasional,” Jelas Hasrul.


Hal senada dikemukakan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria. Dikatakan semua pihak tentu diharapkan terus berkomitmen untuk selalu menerapkan protokol kesehatan di tengah aktivitas di masa pandemi covid 19,  semoga Tuhan Yang Maha Esa selalu melindungi semua,  serta memberikan kekuatan dan semangat untuk terus bekerja membangun kota Jakarta.


“Bahwa tadi malam saya ditugaskan Pak Gubernur untuk hadir hari ini, karena beliau  ada acara yang tidak bisa ditinggalkan, dan salam untuk semua hadirin.  Dan saya atas nama warga Jakarta mengucapkan terima kasih kepada petani, peternak, pelaku usaha, bisnis dan pemangku kepentingan lainnya, yang bekerja keras memenuhi kebutuhan pangan masyarakat dan meningkatkan devisa melalui ekspor komoditas hasil pertanian, peternakan dan perikanan. Dan kami ucapkan selamat kepada Bapak Menteri Pertanian Republik Indonesia beserta jajarannya yang tanpa lelah menggali potensi dan mendorong para petani untuk tetap semangat melakukan produksi, sehingga pada masa pandemic covid-19 ketahanan pangan nasional tetap terjaga bahkan perdagangan sektor pertanian tumbuh positif pada saat sektor lain mengalami penurunan di DKI Jakarta,” Ungkap Ahmad Riza Patria.


Menurut Riza, keberadaan Pelabuhan Tanjung Priok tersebut telah menjadi salah satu sumber penggerak perekonomian masyarakat Jakarta di bidang transportasi, perdagangan perizinan, serta industri makanan dan minuman menurut data statistik DKI Jakarta terdapat 333 eksportir dari 32 provinsi di Indonesia yang melakukan operasi melalui  Pelabuhan Tanjung Priok pada tahun 2020.


“Ekspor barang melalui Pelabuhan Tanjung Priok nilainya mencapai 1136,45 triliun sementara nilai ekspor komoditas pertanian yang terdiri dari sub sektor peternakan, kehutanan perkebunan, tanaman pangan, perikanan dan lain-lain mencapai 1202 triliun dari 130 jenis komoditas yang diekspor,” lanjut Riza.


Ditambahkan Riza, atas nama pemerintah provinsi DKI Jakarta saya ucapkan terima kasih. “Semoga ekonomi kita segera bangkit dan masyarakat petani dan nelayan semakin  sejahtera, terima kasih assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh,” imbuh Riza.

 

Jamin Kelancaran Arus Ekspor

Kepala Otoritas Pelabuhan Tanung Priok, Wisnu Handoko yang berksempatan membeirkan kata sambutan mengatakan bahwa pihaknya  selaku kepanjangan tangan dari  Kementerian Perhubungan yakni melalui Kantor Otoritas Pelabuhan Utama siap mengawal ekspor yang dilakukan untuk produk-produk pertanian maupun peternakan.


“Kami sudah memastikan bahwa kelancaran arus barang kemudian juga kedatangan kapal tetap bisa menampung permintaan dari ekspor maupun impor. Kemudian kita juga memastikan bahwa pengembangan pelabuhan ke depannya akan terus diperluas dan kolaborasi dan integrasi dengan pemerintah DKI Jakarta terutama untuk menjamin bahwa pengendalian kemacetan itu bisa kita lakukan secara bersama, kita bersama berkolaborasi dengan integrasi,” Ungkap Wisnu Handoko.


Dikatakan, untuk pengembangan jalan tol Cilincing sehingga kedepannya pengembangan dari NPCT nanti akan terhubung dengan jalan akses ke Timur sehingga mengurangi kemacetan yang ada di daerah DKI Jakarta.


“Tentunya kami mohon arahan dari bapak gubernur DKI, kapolda untuk bersama-sama mengawal Tanjung Priok sebagai pelabuhan internasional, domestik sehingga program-program pemerintah kedepannya bisa kita lakukan dengan baik di pelabuhan Tanjung Priok, terima kasih wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,” jelas Wisnu Handoko.


Jam 10.10 wib Kapolda Metro Jaya dan Wakil Gubernur DKI Jakarta meninggalkan tempat acara.  Dan sebagai informasi,  bahwa jJmlah ekspor nasional, tutup tahun 2021, total semua sebesar 1,3 juta ton dengan nilai Rp 14,4 triliun. Serentak di 34 pintu ekspor Indonesia. Adapun komoditas yang diekspor melalui Pelabuhan Tanjung Priok :

1) Komoditas: 141 jenis komoditas

2) Volume: 61.100.259 kg (61.100,25 ton) senilai 906,14 M

3) Negara tujuan: 53 negara

4) Perijinan apa saja yang dilakukan: pengujian keamanan pangan segar di laboratorium ketahanan pangan DKI Jakarta

5) Peran pemda apa: perijinan pergudangan dan ijin usaha bagi para eksportir. Jumlah eksportir sebanyak 233 eksportir

 

Hadir  dalam acara tersebut :

1) Wakil Gubernur DKI Jakarta (Ahmad Riza Patria MBA)

2) Kapolda Metrojaya (Irjen Pol Fadil Imron)

3) Kepala Badan Karantina Pertanian Pusat (Bambang) dan 2 pejabat eselon 1 Kementan.

4) Kepala Balai Karantina Pertanian Tanjung Priok (Hasrul).

5) KadisHub DKI

6) Ka DKPKP DKI

7) Kapolres Pelabuhan (AKBP Cholis Putu Aryana)

8) Kepala OP Tanjung Priok (Capt Wisnu Handoko).

7) Dirut JICT (Ade Hartono).

8) GM Regional 2 Cabang Tanjung Priok (Silo Santoso).

9) Ka KSU Tanjung Priok (Capt Andi Hartono)

10) PT. Aloe Vera (Adeline)

11) PT Eka Walet Indonesia (Cinthia)

 

 (Saman-Apwira/Redaksi ISL News/email:redaksiislnewstv@gmail.com).

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Pelepasan Ekspor Pertanian Akhir Tahun 2021 dari Pelabuhan Tanjung Priok

Terkini

Topik Populer

Iklan layanan ISL 4 media grup