PANTOLOAN (ISL News) - PT Pelindo Terminal Petikemas (TPK) Pantoloan menerapkan langkah-langkah operasional dan service recovery untuk memastikan pelayanan bongkar muat serta receiving dan delivery petikemas tetap berjalan di tengah keterbatasan alat akibat kerusakan dan pemeliharaan.
Sejumlah alat angkat diketahui mengalami gangguan operasional, di antaranya Rubber Tyred Gantry Crane (RTG 03) yang mengalami kerusakan pada komponen Pinion Gear Gearbox Gantry dan dua unit Reach Stacker (RS 01) mengalami kerusakan pada bagian cover tromol roda dan (RS 03) yang tengah memasuki masa General Overhaul Engine.
Terminal Head TPK Pantoloan, Chaerur Rijal menjelaskan, saat ini TPK Pantoloan sedang melakukan optimalisasi penggunaan alat yang masih beroperasi, penyesuaian pola kerja operasional, serta percepatan proses perbaikan dan pengadaan suku cadang. Langkah ini dilakukan agar kinerja terminal tetap terjaga dan dampak terhadap pengguna jasa dapat diminimalkan.
"Beberapa alat berat seperti RTG 03 telah dilakukan proses fabrikasi di Jakarta, dan estimasi paling lambat 31 Januari 2026 alat tersebut dapat beroperasi kembali. Untuk RS 01, meskipun suku cadang yang dibutuhkan masih dalam status pemesanan, kami mengupayakan opsi percepatan melalui peminjaman suku cadang dari terminal petikemas lain di lingkungan PT Pelindo Terminal Petikemas," imbuhnya.
Chaerur Rijal menambahkan bahwa suku cadang untuk RS 03 telah tiba, namun masih diperlukan proses kalibrasi, assembly, dan pengujian. "Kami menargetkan RS 03 siap dioperasikan paling lambat 31 Januari 2026,” jelasnya.
Kepala Cabang PT Salam Pacific Indonesia Lines cabang Palu, Dudung Abdul Wahid mengatakan pentingnya rencana tindak lanjut dilaksanakan lebih cepat dan adaptif terhadap dinamika kondisi lapangan, termasuk penerapan skema operasional alternatif untuk menjaga kelancaran kegiatan di dermaga dan area penumpukan.
“Kami berharap terdapat percepatan langkah-langkah operasional, baik di area container yard maupun dermaga, agar kelancaran arus kapal dan distribusi peti kemas ke gudang pelanggan dapat terus terjaga. Selain itu, kami juga menilai perlu adanya evaluasi berkelanjutan terhadap keandalan alat berat pelabuhan serta penguatan manajemen pemeliharaan, sehingga potensi gangguan teknis dapat diminimalkan." imbuhnya.
Sebagai bagian dari langkah service recovery, manajemen TPK Pantoloan juga melakukan komunikasi aktif dengan pengguna jasa dan stakeholder terkait perkembangan perbaikan alat. Selain itu, manajemen akan mengajukan permohonan kebijakan kepada Direksi PT Pelindo Terminal Petikemas terkait potensi denda storage akibat keterlambatan yang disebabkan oleh gangguan alat, termasuk kemungkinan pemberian diskon khusus.
Langkah-langkah tersebut dilakukan sebagai komitmen TPK Pantoloan untuk menjaga keandalan layanan dan memulihkan kinerja operasional secara bertahap hingga seluruh alat kembali beroperasi normal.
(Redaksi ISL Nerws/Corcom SPTP).



















