Iklan Top Header PT BKI (Persero)


 

terkini

TERMINAL KIJING Menpawah Pontianak KALBAR, Layani Ekspor dan Impor, Profil Bisnis

01/10/22, 10:14 WIB Last Updated 2022-10-01T03:16:01Z

 



PONTIANAK  (ISL News, 1 Oktober 2022)
- Terminal Kijing terletak di Kecamatan Sungai Kunyit Kabupaten Mempawah, dengan jarak lebih kurang 80 KM sebelah utara kota Pontianak, sebagai terminal terbesar di pulau Kalimantan, sejak kali pertama semenjak dioperasikan  30 Agustus 2020, melayani bongkar muat kargo sebanyak 1,127 juta ton periode Agustus 2020 sampai dengan Agustus 2022, sebagian besar komoditi yang di ekspor CPO (crude palm oil) dengan beberapa produk tururnannya melalui Terminal Kijing.


Jumlah bongkar kargo sebanyak 400.903 ton dan jumlah muat sebanyak 727.516 ton pada periode tersebut dengan jenis kargo utama yaitu crude palm oil (CPO) dan turunannya sebanyak 1.077.303 ton serta general cargo (GC) sebanyak 51.116 ton, dan terdiri atas bongkar muat untuk eskpor/impor sebanyak 642.900 ton sedang sisanya sebesar 485.519 ton untuk kegiatan domestik.



Untuk CPO dalam 2 (dua) bulan terakhir ini dari hasil produksi pengolahan pabrik Palm Oil Refinery mencapai + 500 ribu ton sebagian besar tujuan ekspor ke berbagai negara diantaranya: Singapore, China, India, Malaysia dan Korea Selatan.



“Pada awal Oktober 2022 ini,Terminal Kijing mulai melakukan handling komoditi methanol (campuran atau bahan pembantu untuk menghasilkan  Fatty Acid Methyl Ester /FAME  sebagai bahan pengolahan biodiesel Plant) sebanyak 78.000 ton/bulan,” ujar Hambar Wiyadi, General Manager PT Pelindo Regional 2 Pontianak.



Saat ini Terminal Kijing telah melayani kebutuhan untuk Produksi Palm Oil Refinery 2.500 ton/hari dan produksi Kernel Crushing Plant dengan kapasitas produksi 360 ton/hari untuk menghasilkan CPKO (Crude Palm Kernel Oil) dan Palm Kernel Expeller.



Untuk awal Oktober 2002 ini, tambahan cargo hasil beroperasinya Biodesiel Plant dengan kapasitas 1.300 X 2 ton/hari dan Nopember 2002 akan beroperasi lagi 1 (satu) Palm Oil Refenery Plant kapasitas 2.500 ton/hari



“Sehingga saat ini 4 (empat) pabrik ini telah beroperasi semua, tentunya Terminal Kijing akan melayani tidak kurang 8.000 ton/hari hasil produksi Palm Oil Refenery dan potensi throughput mencapai 5,7 Juta ton/tahun cargo curah cair dan 200 ribu ton/tahun dan cargo curah kering” pungkas Hambar.



“Demand pasar CPO dan turunan akan berkaitan dengan kelancaran, kecepatan, hingga keamanan dari barang yang akan diekspor. Sehingga, pengelolaan terminal jadi nilai utama penunjang produktivitas,” tegas Hambar

Optimalisasi peningkatkan produktivitas melalui kelancaran arus perputaran dalam ekosistem pelabuhan akan menjadi bagian penting untuk memenuhi segala kebutuhan serta percepatan kegiatan hasil produksi dari pabrik-pabrik pengolahan yang berada di daerah Kabupaten Mempawah dan sekitarnya guna memenuhi kebutuhan ekspor produk-produknya ke mancanegara.


Setelah diresmikan Terminal Kijing Pelabuhan Pontianak di Kalimantan Barat, oleh Presiden R.I, Joko Widodo pada tanggal 9 Agustus 2022 lalu,  diharapkan mampu memperkuat positioning PT Pelabuhan Indonesia (Persero)  pasca merger untuk mendukung pertumbuhan dan hilirisasi industri berbasis CPO dan bauksit yang berada daerah Kalimantan.  Sehingga dapat memberikan multiplier effect dan menciptakan community development yang dapat meningkatkan perekonomian daerah dan nasional melalui peningkatan pajak dan pendapatan negara.


“Diharapkan operasional Terminal Kijing dapat membangkitkan optimisme perusahaan industri dan pelaku usaha lainnya terkait pemulihan ekonomi nasional. Terminal Kijing didedikasikan untuk menjadi hub besar ke depannya. Tentunya diharapkan menjadi terminal transit terhadap komoditi andalan di Indonesia, termasuk ekspor tidak hanya produk hasil perkebunan dan hasil industry lainnya ke pasar global.  Tentunya akan membuat daya saing Kalimantan Barat makin besar, serta memantapkan rantai ekosistem industri pelabuhan di Indonesia sehingga makin terkoneksi dan mendukung hilirisasi industri.


Kami mengajak seluruh pelaku industri baik pabrikan/pengolahan, sampai ke industri bahan baku untuk dapat menjadikan Terminal Kijing sebagai mitra strategis dalam aktifitas bongkar muat barang untuk ekspor-impor sehingga Terminal Kijing ini dapat menjadi pusat perdagangan internasional . Keberadaan Terminal Kijing bakal mendongkrak daya saing para pelaku industri di tanah air yang pada akhirnya akan dampak kontribusi cukup besar terhadap perekonomian nasional.

 

FACT INFORMATION

PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Pontianak merupakan salah satu  pelabuhan yang berada di wilayah area Regional 2 PT Pelabuhan Indonesia (Persero), yang mengelola beberapa Pelabuhan Kawasan diantaranya: Pelabuhan Pontianak, Terminal Kijing, Pelabuhan Nipah Kuning, Pelabuhan Sintete, Pelabuhan Ketapang, Pelabuhan Singkawang dan Pelabuhan Telok Air.

 

Pelabuhan Pontianak sebagai pusat arus perdagangan Kalimantan Barat, berfokus pada layanan kapal (jasa labuh, jasa pandu dan jasa tunda); layanan petikemas/barang (jasa dermaga); layanan penunjang lainnya dan pengusahaan tanah & bangunan (layanan air kapal; layanan jasa listrik; Jasa Pas Pelabuhan).

 

Arus Kapal, Barang & Penumpang 2018 sampai dengan Agustus 2022.

PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Pontianak.


 

FACT DATA TERMINAL KIJING.

Pengembangan Tahap IA (Initial) 2017-2022.

·         Total Lahan                                               : 200 Ha.

·         Terminal Petikemas                                  : 1.000 X 100 M.

·         Lapangan Sisi Darat                                  : 13,8 Ha.

Lapangan Penumpukan, Reffer Paltform, Container Freigt Station, Buffer Truck, Tempat Pemerisakaan Fhisik Terpadu, Fasilitas Pemadam Pemadam Kebakaran, Gadung Kantor, Power House, Gate In/Out, Jembatan Timbang, Reception Facilities, Water Trreatment Plant, Masjid, Rumah Pompa, Water Tank, Gardu Listrik dan Filiing Station.

·         Trestle                                           : 3.450 X 19,8 M.

Dermaga utamanya bertumpu di atas trestle seluas 6,83 ha, yang dihubungkan ke daratan dengan jalan akses di atas air sepanjang + 3,5 Km.

·         Kapasitas Terminal Petikemas                 : 500.000 TEUs.

·         Kapasitas Terminal Multipurpose            : 500.000 Ton.

 

Dermaga         : 1.000 X 100 M.

Jenis Kapal      : 100.000 DWT (Sisi Laut)

                          5.000 – 100.000 DWT (Sisi Darat)

Trustle : 3.450 M X 19,8 M.

Sistem Jalan    : 4 Lajur/2 Jalur.

Kontruksi         : Deck on Pile

 

Piperack          : 4.620 X 7,2 M.

Operasional    : 8-10 Pipe/Tingkat Rack.

Kontruksi         : Rangka Baja.

 

·         Tahap Pertama, Terminal petikemas 13,8 Ha, berkapasitas 500 Ribu TEUs (twenty-foot equivalent unit), satuan kargo yang merujuk kemampuan melayani 500 ribu unit peti kemas setara 20 kaki (6 meter) per tahunnya; Curah Cair 8,3 juta ton/tahun; multipurpose 500 ribu ton/tahun.

·         Tahap kedua (ultimate), kapasitas pelayanan terminal petikemas akan meningkat hampir 2 juta TEUs, Curah cair 12,1 juta ton/tahun; Curah Kering 15 juta ton/tahun dan Multipurpose 1 juta ton/tahun.

·         Terminal Kijing dirancang menjadi pelabuhan paling modern di Indonesia yang mampu melayani kapal-kapal kargo ukuran besar mencapai 100 Ribu DWT, bahkan kelas ULCS (Ultra-Large Container Ship). Dermaga yang dibangun di atas deck on pile dengan kedalaman lautnya mencapai 15-16 meter.

·         fasilitas di Terminal Kijing ini, ada jaminan bahwa industri yang berkembang di daerah Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, akan lebih mudah mengakses ke pelabuhan besar. Apalagi, sebagai pelabuhan HUB, Terminal Kijing bisa terkoneksi dengan rute pengapalan ke berbagai penjuru dunia, dan akan disinggahi kapal-kapal kargo raksasa.

 

(Redaksi ISL News/Humas Terminal Kijing Pontianak/email:islnewstv@gmail.com).  

 

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • TERMINAL KIJING Menpawah Pontianak KALBAR, Layani Ekspor dan Impor, Profil Bisnis

Terkini

Topik Populer

Iklan layanan ISL 4 media grup